Posted: 21/11/2009 in Home / Beranda

Baru 50 Kasus Sengketa Lahan Terselesaikan
InformasiPagi, Sumsel

Dari 90 kasus sengketa lahan se Sumsel yang masuk ke Biro Pemerintah Provinsi Sumsel, hingga kini baru 50 kasus terselesaikan, baik melalui pengadilan atau secara musyawarah.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumsel, Mulyadin Roham Jumat (20/11) di Kantor Gubernur. Menurutnya, setiap kabupaten/kota di Sumsel rata-rata memiliki kasus sengketa lahan, hingga kini, jumlah kasus sengketa lahan yang masuk ke Biro Pemerintahan Sumsel ada sekitar
90 kasus, dan sudah berkurang hampir 50 kasus.
“Kasus yang kita tangani beragam, mulai dari persoalan pertanahan terkait perkebunan hingga kasus pertanahan terkait pemerintah daerah. Tapi, sekitar 50 kasus sudah tertangani, yang penyelesaiannya ada yang melalui pengadilan sekitar 40 persen, sisanya lewat musyawarah, tapi mayoritas kasus selesai karena berdamai,” jelas dia.
Dijelaskan Mulyadin, sekitar 40 kasus dari 90 kasus masih dalam tahap difasilitasi, misalnya kasus pertanahan terkait pemerintah daerah dan masyarakat di Jakabaring, dimana tanah pemerintah digarap oleh masyarakat dan lainnya.
“Untuk kasus tanah Jakabaring ini ada sekitar 895 masyarakat yang menggarap tanah Pemda, kasus ini tetap kita prioritaskan untuk diselesaikan,” katanya.
Selain itu, mengenai kasus tapal batas Kabupaten Ogan Ilir dan Muara Enim, hingga kini sudah dalam tahap pengusulan ke Menteri, namun tim pusat sudah ke lapangan untuk mengkaji koordinat-koordinat yang ada di batas itu.
“Kan banyak koordinat yang harus disesuaikan, karena disitu ada pencadangan transmigrasi, pencadangan KTM dan juga ada perusahaan kelapa sawit, itulah yang sedang diteliti oleh pusat, kita minta penyelesaian dapat secepatnya, tapi pusat masih terkendala dengan beberapa koordinat, kalau ada tahap penyelesaian kita akan diundang,” terang dia.
Menurut dia, beberapa kasus yang sedang dijadwalkan penyelesaiannya seperti kasus tapal batas Muba dan Musi Rawas, juga antara Muba dan Banyuasin. “Semua sudah dijadwalkan penyelesaiannya, kita sudah ada solusi penyelesaiannya,” katanya lagi.
Namun, untuk kasus penyerobotan lahan petani Desa Sinar Harapan di Muba yang dilakukan oleh PT. Berkat Sawit Sejati (BSS) dan penyerobotan lahan petani Desa Sido Mulyo di Banyuasin oleh PT Perkebunan Nusantara VII, belum dapat diberitahukan hasilnya meski sudah dirapatkan, karena masih perlu dilakukan pengumpulan data dan bahan demi tuntasnya kasus tersebut.
“Kita akan mengambil batas sinar harapan, setelah itu kita ambil lagi dokumen kepemilikan tanah, dari dokumen dan fakta inilah kita baru kita akan mencarisolusi cara penyelesaiannya,” tutupnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s