Posted: 20/11/2009 in Home / Beranda

Idealnya 2.000 Warga Ditangani 1 Dokter Keluarga
InformasiPagi, Sumsel

Untuk meningkatakan status kesehatan bangsa lebih baik, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memprogramkan seluruh keluarga di Indonesia dapat memiliki dokter keluarga. Idealnya satu dokter mampu menangani 2.000 penduduk.
Demikian terungkap dalam acara pembukaan rakor muktamar IDI XXVII di Hotel Aryadutha Kamis (19/11). Acara dihadiri 25 IDI wilayah dari 32 IDI Wilayah se Indonesia dan 200 cabang, jajaran kepengurusan Pengurus Besar IDI, para pejabat Pemprov Sumsel, PT Askes, Bank Mandiri Syariah, dan lainnya. Acara dibuka langsung Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin.
Pada sambutannya, Ketua Umum PB IDI, Fahmi Idris menyampaikan, IDI fokus terhadap kesejahteraan masyarakat, karena kebutuhan dasar masyarakat adalah kesehatan, IDI harus bersinergi dengan program pembangunan kesehatan dari Pemprov, untuk
menjamin kesehatan masyarakat.
“Ke depan IDI berharap, semua lapisan masyarakat di Indonesia utamanya di daerah-daerah, mempunyai dokter keluarga masing-masing, hal ini guna meningkatkan status kesehatan bangsa,” ujarnya.
Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, dalam kesempatannya berbicara mengatakan, kondisi lingkungan di Sumsel masih ada yang tidak sehat dan kumuh, hal ini perlu diperbaiki pemerintah bersama IDI ke depan.
Usai acara, Alex menjelaskan, program dokter keluarga disebutkan PB IDI adalah program yang baik, namun saat ini hanya bisa di kota-kota besar yang infrastrukturnya sudah jadi, tapi untuk daerah pedalaman itu sulit, tetap menggunakan puskesmas. “Idealnya satu dokter itu melayani 2.000 orang, sementara kalau di desa 2.000 orang itu tidak mungkin terlayani, karena salah satunya jaraknya jauh-jauh, jadi belum cocok,” kata Alex.
Sementara itu, Ketua Umum IDI Sumsel Dr dr Alsen Arlan menambahkan, untuk sementara program dokter keluarga di Sumsel dihentikan, karena berdasarkan audit program tersebut dianggap tumpang tindih pendanaannya, misal di Dinas Kesehatan sudah ada pendanaan kesehatan rakyat miskin seperti Jamkesmas dan Jamsoskes.
“Kemarin baru uji coba dalam suatu periode, dulu yang dokter keluarga yang dibina IDI Sumsel sebanyak 32 orang, lalu program ini diaudit dan distop, karena dikhawatirkan akan ada tumpang tindih pendanaannya. Tapi, dari pihak Askes tetap ada dokter keluarga yang melayani askes PNS dan Askes yang sukarela, itu tetap jalan” jelas Alsen.
Namun ke depan, IDI akan kembali menjalankan program dokter keluarga, dengan pola berbeda, akan ada restrukturisasi sumber dana agar tidak tumpang tindih. Diharapkan, program dokter keluarga ini nantinya mengisi tempat-tempat yang akan disingkronkan dengan pemerintah daerah setempat.
“Polanya nanti akan diatur lebih detail, dicari pola yang lebih baik, untuk realisasinya sedang dibicarakan, tapi memang idealnya, satu dokter itu meng-cover 2.500 penduduk,” tutupnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s