Posted: 19/11/2009 in Home / Beranda

Pembangunan Daerah Pola Investasi, Menguntungkan
InformasiPagi, Sumsel

Pemprov Sumsel telah mencanangkan pembangunan daerah dengan pola investasi yaitu bekerja dengan pihak ketiga, artinya tidak menggunakan dana APBD. Cara ini disambut baik pengamat ekonomi Didiek Susetyo, hanya saja waktu penguasaan bangunan perlu dikaji ulang.
Demikian disampaikan Pengamat Ekonomi dari Unsri Dr Didik Susetyo, Rabu (18/11). Percepatan pembangunan Provinsi Sumsel tanpa menggunakan APBD sangat disambut positif kalangan Ekonom Sumsel, pola kerjasama dengan investor dinilainya sangat menguntungkan bagi Sumsel sendiri.
Hanya saja waktu penguasaan bangunan oleh investor yang ditawarkan Pemprov Sumsel, selama 30 tahun harus dipersingkat minimal 10 tahun, agar setelah waktu kesepakatan pengelolaan habis dapat kembali ke daerah untuk menambah PAD.
“Pola investasi ini sangat menguntungkan, tapi waktu penguasaan sektor investasi seperti sektor bisnis, itu yang perlu dikaji ulang,” kata dia.
Karena menurut Didiek, biaya investasi yang dikeluarkan investor dari sektor bisnis sudah dapat kembali, hanya dalam masa 5-10 tahun saja. “Waktu yang ditawarkan Pemprov Sumsel selama 30 tahun itu terlalu lama, ini perlu dikaji ulang, karena dalam waktu 10 tahun, dana yang dikeluarkan investor di bidang bisnis sudah bisa kembali,” jelas dia.
Didiek kembali mengatakan, meski sudah disepakati dan telah diperhitungkan, masalah waktu ini harus diperhatikan karena dikhawatirkan, malah menimbulkan kerugian dari Pemprov Sumsel itu sendiri.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, mengatakan, menuju Sumsel terdepan dari Provinsi lain, berbagai pembangunan infrastruktur akan dilakukan, yang tidak menggunakan dana APBD, tapi kerjasama pihak ketiga yaitu investor, sehingga tidak ada tukar guling, tidak ada ruislah, hibah atau lainnya, murni pola investasi.
Pola investasi pembangunan Kantor Gubernur tersebut kata Alex, investor boleh mengelola pusat pertokoan (kantor gubernur sekarang-red) tersebut selama 30 tahun setelah itu bangunan akan menjadi milik Pemprov Sumsel, sehingga saling menguntungkan. “Kantor Gubernur yang sekarang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk membuat pusat bisnis atau lainnya, karena kawasan tersebut sudah termasuk kawasan bisnis,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s