Posted: 19/11/2009 in Home / Beranda

2010 Pemprov Fokus Penanggulangan Kemiskinan
InformasiPagi, Sumsel

Pemprov Sumsel melalui Bidang Kesejahteraan Rakyat, pada 2010 akan fokus kepada penanggulangan kemiskinan di Sumsel, dengan bekerjasama beberapa dinas untuk mensinergikan program penanggulangan kemiskinan.
Hal ini diungkapkan oleh Asisten Kesra Provinsi Sumsel, dr Aidit Aziz ditemui di ruang kerjanya Rabu (18/11). Hasil rapat koordinasi kesra Provinsi Sumsel, yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan se Sumsel. Pada 2010 akan fokus menanggulangi kemiskinan di Sumsel.
Pasalnya, dari jumlah penduduk Sumsel sekitar 7 juta lebih sekitar 200 ribuan KK berada di bawah garis kemiskinan, mayoritas berada di daerah padat penduduk, sehingga program penanggulangan kemiskinan akan diarahkan ke daerah-daerah tersebut.
“Kemiskinan ini harus menjadi perhatian pemerintah, karena salah satu keberhasilan pemerintah ditunjukkan dengan peningkatan sosial ekonomi masyarakat. Pada prinsipnya, upaya penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara terpadu, ke depan pada 2010 program-program bidang kesra dengan dinas-dinas harus sinergis, upaya penanggulangan kemiskinan jauh lebih baik,” katanya.
Menurut Assisten III Pemprov Sumsel, selama ini program sosial termasuk penanggulangan kemiskinan di dinas-dinas bergerak sendiri-sendiri, dengan adanya koordinasi dan keterpaduan yang disepakati, semua sektor akan mengetahui program dan kegiatan sektor lain, sehingga bisa dipadukan, bersinergi untuk memcepat mengurangi kemiskinan di Sumsel.
“Pelaksanaannya melalui bermacam-macam kegiatan dimasing-masing instansi, seperti Disnaker melalui program transmigrasi atau pelatihan-pelatihan masyarakat, dari dinas Sosial melalui kelompok usaha bersama (kube), Dinas Kesehatan selain berobat gratis, juga ada program peningkatan kesehatan ibu hamil, KB, perlindungan bayi yaitu imunisasi,” jelas Aidit.
Lebih lanjut, dibidang pendidikan diharapkan angka partisipasi kasar anak-anak untuk melanjutkan sekolah terus meningkat. “Anak-anak di Sumsel harus masuk SD, usai tamat SD harus melanjutkan ke SMP dan juga ke SMA, sehingga kita harap tidak ada lagi anak-anak Sumsel yang tidak tamat SMA,” terangnya.
Pihaknya juga sambung Aidit, akan lebih memfungsikan peran Asisten Kesra di Kabupaten/Kota, dalam hal mengkoordinir semua kegiatan Bidang Kesra termasuk penanggulangan kemiskinan. Panti-panti sosial dari Dinsos juga harus diadakan ditiap kabupaten/kota untuk melakukan kegiatan rehabilitasi, pemberdayaan anak-anak jalanan, dan lainnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s