Posted: 12/11/2009 in Home / Beranda

BLH Pantau Amdal 50 Perusahaan di Sumsel
InformasiPagi, Sumsel

Setiap tahunnya Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumsel, melakukan pengkajian terhadap amdal perusahaan-perusahaan di Sumsel. Pada 2009, BLH Sumsel mengkaji amdal 50 perusahaan, untuk mengetahui berapa perusahaan yang mengelola lingkungan atau tidak, yang nantinya diberikan peringkat warna hitam, merah, biru atau hijau.
Hal ini seperti diungkapkan Kepala BLH Sumsel, Ahmad Nadjib kepada para wartawan di kantornya Kamis (12/11). Sebanyak 50 perusahaan tersebut dari berbagai jenis perusahaan seperti perkebunan, migas, agroindustri dan lainnya.
“Kita sedang mengevaluasi 50 perusahaan di Sumsel, untuk melihat sejauh mana program penilaian peringkat kerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, agar terhindar dari limbah yang berbahaya,” katanya.
Menurut Najib, pemantauan dan evaluasi yang dilakukan pihaknya mencakupi tahapan-tahapan seperti mengukur ambang batas udara, air, limbah, juga uji kebisingan dan tahapan lainnya. Hal ini tidak lain agar perusahaan memperhatikan lingkungan di sekitarnya, serta menjaganya dari limbah atau polusi yang dibuat oleh perusahaan tersebut.
“Jika tidak dikelola dengan baik dan benar, bahan berbahaya beracun dapat membahayakan lingkungan sekitar perusahaan,” katanya.
Dijelaskan, 50 perusahaan tersebut masih masuk dalam tahap desiminasi yang pada Desember nanti nilai-nilai perusahaan tersebut akan diberitahukan, apa sudah baik atau menurun. Setelah dilakukan desiminasi setiap perusahaan diperbolehkan mengklarifikasi terhadap hitungan baku mutu yang ada.
“Perusahaan-perusahaan akan diberikan peringkat dengan symbol warna, yang terbaik adalah hijau, menyusul biru, merah, dan yang terburuk adalah hitam,” katanya.
Lebih lanjut, hasil penilaian BLH akan dilaporkan ke Menteri Lingkungan Hidup, untuk dipertimbangan dalam penetapan kinerja perusahaan. Pada 2008 lalu ada empat perusahaan yang mendapatkan peringkat merah, pada 2009 empat perusahaan tersebut juga dinilai apa ada perbaikan atau tidak, jika mendapatkan beberapa kali peringkat merah, sanksinya bisa saja sampai pencabutan izin.
“UU Nomor 23 tentang lingkungan hidup telah diganti menjadi UU 32 tahun 2009, yang lebih tegas lagi pada sanksinya, selain perusahaan juga dapat disanksi karena dianggap tidak melakukan pengawasan,” jelasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s