Posted: 12/11/2009 in Home / Beranda

Sumsel Masuk Nominasi Award Pemberdayaan Perempuan
InformasiPagi, Sumsel

Povinsi Sumsel masuk nominasi 10 besar dari 33 provinsi penghargaan Award Anugrah Eka Parahita Eka Praya di Jakarta pada Desember 2009. Karena dinilai memiliki komitmen meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui berbagai faktor.
Demikian dikatakan oleh Tim Evaluasi Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan RI, Herman Siregar usai melakukan pertemuan dengan Sekda Pemprov di Kantor Gubernur Sumsel Rabu (11/11).
Anugrah Parahita Eka Praya merupakan penghargaan tertinggi bagi pemerintah daerah yaitu Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota yang dinilai memiliki komitmen meningkatkan kualtuas hidup perempuan.
“Pada 2009 dari 33 provinsi Sumsel masuk nominasi 10 besar, tahun ini Sumsel pendatang baru dan perlu diperhitungkan, selain Sumsel yang mewakili Sumatera adalah Sumut dan Lampung, sedangkan yang mayoritas masuk nominasi adalah daerah Jawa,” jelasnya.
Berdasarkan kuestioner yang dikirim ke pusat, pihaknya kata Herman bersama tim evaluasi/tim independen terdiri dari Kementrian PP, media massa dan instansi terkait lainnya, ke Sumsel untuk menilai, mengevaluasi, mengkonfirmasi dan memverifikasi data sejauh mana keberhasilan Sumsel meningkatkan kualitas hidup perempuan.
“Karena, berdasarkan data yang diterima pusat, banyak kebijakan strategis dilakukan pemprov yang secara langsung dan tidak langsung meningkatkan kualtias hidup perempuan, seperti adanya perda perlindungan perempuan, program berobat dan sekolah gratis, sehingga membantu anak-anak perempuan kurang mampu mendapatkan pendidikan,” ujar dia.
Sementara itu, anggota tim lainnya, Siti Mardiyah mengatakan, Sumsel baru masuk nominasi belum pasti mendapatkan penghargaan, karena baru akan dievaluasi, jika memang memenuhi persyaratan Sumsel akan mendapatkan Anugrah Parahita Eka Praya dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada Desember mendatang.
“Ada tujuh komponen yang perlu dipenuhi, antara lain komitmen pemerintah daerah tersebut terhadap perempuan, sisi kelembagaannya, partisipasi masyarakatnya, data dan program yang mednukung dan kriteria lainnya,” kata dia.
Mengenai pengarusutamaan gender sendiri, kata Siti berbeda dengan emansipasi wanita, pengarusutamaan gender ialah bagaimaana memberikan akses kontrol dan partisipasi yang sama, bukan hanya perempuan tapi anak, juga orang-orang termarjinalkan, orang cacat. “Mereka semua diberikan peluang dan penghargaan yang sama,” tutupnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s