Posted: 12/11/2009 in Home / Beranda

Target Investasi Sumsel Belum Tercapai
InformasiPagi, Sumsel

Target investasi yang masuk ke Sumsel pada 2009 mencapai Rp6,2 triliun, target ini sedikit meningkat dari tahun 2008 yang sebesar Rp5,9 triliun. Namun, jelang akhir tahun target investasi di Sumsel baru tercapai Rp3,8 triliun atau setengahnya.
Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (PMD) Sumsel, Ir Permana saat melakukan pertemuan dengan para wartawan Rabu di media center Rabu (11/11). Menurutnya, target investasi di Sumsel pada 2009 masih jauh tercapai, yang diakibatkan beberapa faktor antara lain disebabkan oleh iklim investasi Sumsel, beberapa kejadian yang membuat para investor hanya wait and see dan belum berani berinvestasi dan faktor lainnya.
“Sampai hari ini juga kita mengalami hambatan dan kesulitan salah satunya mengenai izin usaha tetap investor yang juga belum turun dari pusat,” katanya.
Permana menjelaskan, penanam modal asing (PMA) pada 2009 yang masuk ke Sumsel baru dua perusahaan, satu perusahaan dari kerjasama dengan konsosrsium peruhasaan Indonesia, di bidang kuasa pertambangan, dan satu lagi di bidang perkebunan. Sementara untuk penanam modal dalam negeri baru 11 persusahaan di sektor perkebunan.
“Ada juga yang masih dalam proses yaitu investor China, mereka tertarik nanas di Prabumulih, dan akan menanamkan investasi sekitar Rp100 miliar,” jelas dia.
Selain itu Permana menerangkan, dari 157 perizinan penanaman investasi dan pengembangan usaha, diseluruh SKPD Provinsi Sumsel yang ditangani oleh PMD Sumsel, baru 40 item unit periiznan yang masuk dalam kewenangan one stop service.
“Tapi, untuk yang sifatnya rekomendasi kita hanya memberikan pengantar dan pusat yang mengeluarkan serta menindaklanjutinya, setelah surat persetujuan itu diterbitkan disitulah akan tercantum berapa nilai investasinya, tahun berapa akan dikerjakan, sampai akhirnya baru akan dikeluarkan izin usaha tetap,” jelasnya.
Mengenai Sumtera Ekspo sendiri ia mengatakan, Sumatera Ekspo akan dilaksanakan berdasarkan kesepakatan Gubernur se Sumatera, ini adalah event tahunan, pada 20-22 November 2009 Kepulauan Riau akan menjadi tuan rumah. Selain akan dihadiri oleh Provinsi se Sumatera, akan hadir juga negara-negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia, ini event penting saying jika tidak dimanfaatkan,
“Pada event bergengsi inilah produk unggulan Sumsel dapat disampaikan, kita telah melakukan rapat dengan kabupaten/kota tentang apa yang akan ditampilkan,” katanya.
Dijelaskannya, Sumsel sendiri akan membawa dan menonjolkan sektor pertambangan, perkebunan, perdagangan dan pertanian. “Khususnya kita akan mengangkat biodiesel dan peluang invesatsi lainnya, tentu yang didukung dengan perhitungan-perhitungan analisis biaya agar investor bisa konkrit bekerjasama dengan Sumsel,” tutupnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s