Posted: 11/11/2009 in Home / Beranda

Veteran Masih Butuh Perhatian

Pada Hari Pahlawan ke 64 tahun 2009, para veteran masih membutuhkan perhatian lebih pemerintah, mulai dari hal terkecil hingga untuk kesejahteraan hidup mereka.

Suasana di Makam Pahlawan Kstaria Ksetra Siguntang, kemarin pagi Selasa (10/11) tampak hening dan khidmat, pasalnya ratusan veteran se Sumsel, jajaran Pangdam II Sriwijaya, Kasdam II Sriwijaya, jajaran pejabat Pemprov Sumsel termasuk Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf. Sedang menghadiri ziarah nasional dalam rangka peringatan Hari Pahlawan ke 64 2009 di Sumsel Selasa (10/11).
Ditemui usai upacara, beberapa veteran yang diwawancarai BeritaPagi tampak menunjukkan kebugarannya, meski kondisi tidak memadai lagi, terkadang pertanyaan yang dilontarkan tidak sesuai dengan jawaban yang terangkai dari bibir renta mereka. Mewakili semua veteran, mereka mengaku masih membutuhkan perhatian dari pemerintah.
Seorang veteran yang asyik menghisap rokoknya, Samawi B Rejo mencurahkan isi hatinya kepada BeritaPagi. Ia menilai, perhatian pemerintah kota terhadap veteran masih belum maksimal.
“Veteran kurang diperhatikan, misalnya hal kecil pada pembagian seperti baju batik, sering tidak rata, sebagian dikasih sebagian tidak, tunjangan juga katanya akan dinaikkan tapi sampai sekarang belum,” ungkap pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Palembang ini.
Disinggung mengenai perhatian dari Pemprov Sumsel, tentang insentif, umrah dan rumah murah, ia juga masih mempertanyakan. “Kalau untuk bentuk perhatian pemerintah provinsi ada, khabarnya gaji akan ditambah tapi kapan,” tanya dia.
Ia berharap, pemerintah tidak melupakan jasa para veteran yang telah berjuang, dan para veteran jangan ditinggalkan. “Kita merdeka sekarang, tapi kita ini setengahnya dibohongi saja, contohnya ketika ada apa-apa kita kurang diperhatikan,” jelas Samawi yang tidak merinci alasannya.
Selain itu terhadap para anggota veteran Samawi juga mengutarakan, kekompakan antara anggota LVRI belum terjalin sepenuhnya, missal, pada kegiatan-kegiatan tertentu banyak veteran yang tidak menghadiri meski sudah sering diberitahu.
Senada, ditemui disela acara Musyawarah Cabang LVRI Palembang di Jalan Merdeka, Ketua LVRI Palembang, Zawawi said mengatakan, perhatian pemerintah khususnya pemerintah kota terhadap veteran harus lebih nyata, serius dan dikonkritkan lagi, selama ini katanya jika veteran tidak meminta, pemerintah tidak ada inisiatif untuk membantu dan memperhatikan para veteran, terkadang janji tinggal janji.
“Misalnya saja untuk musyawarah cabang yang diadakan hari ini (kemarin-red), dijanjikan diberi empat kali snack dan satu kali makan siang, tapi hingga siang hari baru diberi satu kali snack, kalau tidak didatangi kita tidak diberikan,” keluhnya.
Berdasarkan evaluasinya, banyak veteran-veteran yang lebih tua kurang bersemangat lagi, karena kondisi fisik dan sebagainya. Sedangkan veteran yang dikategorikannya muda, belum bisa beradaptasi tentang hakikat veteran sebenarnya.
“Veteran yang lebih muda menganggap jika sudah berumur lebih tua cukup mengurus anak cucu, padahal sepanjang akhir hayat, veteran harus terus berjuang, kalau dulu berjuang dengan senjata sekarang berjuang mengisi kemerdekaan dengan memberikan pengertian kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menggatakan, LVRI Palembang kini menghadapi kendala, salah satunya antara veteran sendiri banyak yang kurang serasi dan kurang pengertian, sehingga keharmonisan antara veteran tidak tercipta maksimal. “Pemimpin LVRI Palembang yang baru nanti, kita harap dapat bekerja lebih baik, lebih konkrit dan lebih nyata,” harapnya.
Mengenai Muscab LVRI Palembang sendiri sambung Zawawi, untuk membahas pertanggung jawaban pengurus lama, dan membahas proker serta pengurus baru lima tahun ke depan.
Sementara itu, Ketua LVRI Sumsel, A Zawawi Cik Molek, menambahkan, meski perhatian pemerintah provinsi sudah bagus, dengan akan diberikannya insentif Rp300 ribu/bulan, diberikan rumah murah, dan akan diumrohkan bagi yang belum umrah.
Namun katanya, yang terpenting yang harus diingat adalah, kepedulian pemerintah terhadap veteran dan masyarakat itu sendiri, karena tanpa veteran tidak akan ada kemerdekaan, tidak akan ada gubernur, bupati, walikota atau camat. “Karena veteranlah negara bisa merdeka, jadi yang perlu ditanamkan adalah kepedulian dan penghormatan terhadap veteran,” katanya.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut, adalah dengan mensejahteraan para veteran, agar mereka dihargai perjuangannya selama ini membela Negara. “Karena selama ini ada yang tidak peduli dengan veteran, baru Pemprov Sumsel ini yang berjanji, dan kita harap dapat ditepati,” kata veteran yang sempat terlibat perang 5 hari 5 malam tahun 1948 ini.
Ia juga mengungkapkan, kesejahteraan veteran tersebut dapat terwujud salah satunya jika veteran mendapatkan tunjangan yang sesuai. “Veteran bisa mapan jika tunjangan mereka per bulan Rp1,5 juta, kalau sekarang per bulan hampir sekitar Rp1,2 juta,” ungkapnya.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s