Posted: 11/11/2009 in Home / Beranda

Disnak Minta MUI Buat Fatwa Sah Hewan Kurban Palembang, BP
InformasiPagi, Sumsel

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada 2009 Dinas Peternakan (Disnak) Sumsel, melakukan koordinasi dengan Majelis Ulama Islam (MUI) Sumsel untuk mengeluarkan fatwa syarat sah hewan kurban. Hal ini dilakukan untuk menghindari umat muslim membeli hewan kurban yang tidak sesuai ketentuan Syariah Islam.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Peternakan Sumsel, Ir Asrillazi Rasyid dijumpai usai rapat antara Disnak, MUI dan pedagang hewan kambing dan sapi di kantor Disnak Sumsel Selasa (10/11). Menurutnya, selama ini ada masyarakat yang membeli hewan kurban tanpa melihat syarat sah hewan yang akan dikurbankan itu.
“Ini biasa terjadi di arisan hewan kurban, misalnya dana arisan tersebut Rp3,5 juta untuk membeli hewan yang layak kurban, harga Rp3,5 juta itu belum tentu sama dengan harga hewan layak kurban pada tahun berikutnya, sehingga di tahun berikutnya itu mereka hanya mencari hewan yang Rp3,5 juta tanpa memperhatikan layak atau tidaknya untuk kurban,” jelasnya.
Jadi tegas Asril, masyarakat banyak membeli hewan kurban sesuai dana/uang yang ada bukan melihat kelayakan hewan kurban tersebut. “Untuk itu setelah rapat, secara resmi kita akan kirim surat ke MUI, prihal mohon fatwa sahnya hewan kurban. Langkah ini untuk menghindari kekhawatiran hewan kurban yang dibeli tidak sesuai syariat agama,” terang dia.
Pihaknya dalam waktu dekat juga akan memantau langsung ke pedagang hewan, untuk melihat berapa jumlah hewan yang dari segi umur sudah memenuhi syarat kurban. “Secara teknis Disnak akan melihat dari aspek kesehatan, MUI dari aspek syariahnya,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris MUI Sumsel, H Farid mengatakan, secara syariah Islam persyaratan itu sudah ada, namun untuk lebih mempertegas dan sebagai bahan penguat Disnak dalam menjelaskan ke pedagang hewan kurban, MUI Sumsel akan membahas fatwa sahnya hewan kurban.
“Syarat sah hewan kurban itu adalah, usianya dua tahun ke atas, tidak cacat, kondisinya sehat, giginya sudah ada dan tanggal/lepas dua. Hewan itu juga bukan hewan yang dipekerjakan seperti untuk menggarap sawah atau gerobak, jadi kalau tidak memenuhi syarat hewan tersebut tidak sah untuk dikurbankan,” jelasnya.
Selain itu ia juga mengimbau, agar para panitia kurban dan pengurus masjid memberikan imbauan kepada masyarakat, yang ingin membeli hewan kurban agar memilih hewan kurban sesuai syariah Islam yang ditentukan.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s