Posted: 11/11/2009 in Home / Beranda

Disnak Rencanakan Buat Pasar Hewan
InformasiPagi, Sumsel

Agar masyarakat tidak kesulitan mencari hewan yang sehat dan layak konsumsi, Dinas Peternakan (Disnak) Sumsel, merencanakan membuat pasar hewan di Palembang. Investor Thailand disebutkan siap menanamkan investasi penbangunan rumah pemotongan hewan (RPH) dan pasar hewan.
Demikian diungkapkan oleh Kadisnak Sumsel, Ir Asrillazi Rasyid Sabtu (8/11). Menurutnya, populasi Sapi di Sumsel mencapai sekitar 450 ribu ekor, sementara untuk kambing untuk di empat kabupaten kota saja, seperti Mura, OKU, OKUT dan Muba mencapai sekitar 15 ribu ekor.
“Kita juga sebarkan dan kembangkan populasi kambing ini di Pagaralam, Empat Lawang, OKUS, Muara Enim, Lahat, melalui bantuan dana dari APBD Provinsi,” katanya.
Di tengah rasa was-was masyarakat terhadap pembelian hewan yang tidak layak konsumsi, dan masyarakat yang kesulitan membeli hewan sehat. Disnak Sumsel katanya telah melakukan rapat dengan Disnak Palembang untuk membangun pasar hewan di Palembang.
Bahkan kata Asril, keseriusan rencana tersebut telah disambut baik sebuah perusahaan atau investor asal Thailand, yang berani menanamkan investasinya melalui RPH dan pasar hewan tersebut.
“Sudah ada perusahaan swasta dari Thailand yang berminat membuka RPH dan pasar hewan di sini, dan kita sudah bicarakan dengan Disnak Kota, bahwa ada investor yang akan masuk untuk membangun RPH yang bersebelahan dengan pasar hewan di Palembang,” terang dia.
Dijelaskan Asril, pasar hewan ini diharapkan dapat mengakomodir pedagang hewan yang berjualan dipinggir jalan atau tempat dilarang lainnya. Selain itu, dengan hadirnya pasar hewan nanti dapat menjawab rasa was-was masyarakat terhadap hewan yang tidak layak konsumsi, karena Disnak akan mengawasinya secara langsung “Dana yang dibutuhkan untuk pasar hewan ini tidak begitru besar, dan kita juga bekerjasama pihak investor,” ungkapnya.

Ditanya mengenai realisasi pasar hewan tersebut, Asril mengutarakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, untuk pematangan konsep dan teknis pada 2010 sementara baru akan terwujud pada 2011. “Mudah-mudahan 2011 dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.
Mengenai lokasi sendiri, pihaknya belum dapat memastikan, semula direncanakan di dekat Pasar Induk Jakabaring, karena lebih dekat dengan pemukiman masyarakat.
“Namun untuk sementara akan ditempatkan di Gandus, meski memang jauh dari pemukiman, tapi akan kita bicarakan lagi,” pungkasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s