Posted: 07/11/2009 in Home / Beranda

Sumsel Rawan Anjing Gila
InformasiPagi, Sumsel

Populasi anjing di Sumsel mencapai 120 ribu ekor di Sumsel, yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, dari 15 kabupaten/kota, sepuluh kabupaten diantaranya rentan penyebaran penyakit anjing gila atau Rabies. Data terakhir pPada 2009 tercatat sekitar 79 orang menjadi korban gigitan anjing gila, lima diantaranya positif Rabies.
Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Peternakan (DisnaK) Sumsel, Ir Asrillazi Rasyid, di ruang kerjanya Jumat (6/11). Dalam dua tahun terakhir, pihaknya memantau sebaran kasus rabies di Sumsel, pada 2009 pihaknya mendata total 79 korban gigitan anjing rabies namun yang positif hanya 5 ekor yang mengigit 5 korban.
“Kasus tersebut ditemukan di Prabumulih 17 korban, Muara Enim 15 korban, Pagaralam 14 korban, Palembang 13 korban, OKI 12 korban, sisanya di Banyuasin, OKU, OKUS, OI dan MUBA. Namun yang terbanyak positif rabies di Muara Enim yaitu 4 ekor positif rabies,” jelasnya.
Ketua Regional Rabies Terpadu Sumatera ini menjelaskan, jika dibandingkan pada 2008, jumlah sementara korban gigitan di 2009 menurun, namun yang positif rabies meningkat. Berdasarkan data 2008 jumlah korban dari 9 kabupaten 20 kecamatan 28 desa, mencapai 80 orang yang ditemukan positif hanya 2 ekor. Sebaran kasus gigitan anjing gila pada 2008 seperti Muara Enim, OKUT, OKUS, OI, Banyuasin, Pagaralam, lubuk linggau, prabumulih, OKU.
“Kasus tertinggi masih di Muara Enim yaitu 29 korban, menyusul OKI 12 korban, OKUS 9 korban, dan sisanya di daerah lainnya, namun yang positif rabies hanya 2 orang yaitu di Muara Enim desa Air Limau dan Lubuk Raman,” jelas dia.
Untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran kasus, pihaknya beberapa waktu lalu pernah melakukan pertemuan dengan Disnak Se Sumatera. Disnak Sumsel didaulat menjadi koordinator pemberantasan anjing rabies, karena mampu mengeluarkan ide baru penanganan anjing rabies, dengan berencana membuat pil pencegah kehamilan untuk anjing rabies.
“Dokter hewan se Sumatera kita tawarkan konsep membuat pil untuk anjing, seperti pil KB untuk manusia, yang dapat mencegah anjing rabies itu berkembang biak, atau mengurangi populasi anjing rabies,” terang dia.
Selain itu, ia juga meminta ada anggaran sebesar 30 persen dari APBN, 30 persen dari APBD Provinsi, dan 40 persen dari APBD KAbupaten/kota, untuk penanganan kasus anjing rabies tersebut. “Dana tersebut untuk tiga kegiatan, seperti vaksinasi rutin termasuk pemberian pil nantinya, eliminasi anjing-anjing, dan sosialisasi kepada masyarakat yang punya ternak anjing,” ujarnya.
Disnak se Sumatera juga sepakat, untuk memperketat pengawasan lalulintas hewan baik kucing, anjing, yang akan masuk kepulauan, dan dititik beratkan di wilayah daratan Sumut, Sumsel, Sumbar dan Aceh. “Setiap hewan kucing, atau anjing harus memiliki izin dokter hewan,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s