Posted: 05/11/2009 in Home / Beranda

Sektor Perkebunan Sumsel Diminati Italia
InformasiPagi, SUmsel

Sumsel memiliki potensi alam yang dapat dikerjasamakan dengan Negara Italia, salah satunya komoditi pertanian juga peternakan. Dubes Italia, Mohamad Oemar secara khusus datang untuk membicarakan apa yang dapat dikerjasamakan dengan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.
Bentuk keseriusan tersebut diwujudkan dengan pemberian materi seminar internasional tentang peluang kerjasama internasional di Gedung Pasca Sarjana Unsri, dilanjutkan pertemuan dengan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin di Hotel Horison Kamis (5/11).
Disela Seminar, Dubes Italia, Mohamad Oemar menyampaikan, di tengah krisis global seperti krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan dan krisis ancaman perubahan iklim, diketahui Sumsel menjadi lumbung pangan dan energi.
Untuk itu kata Oemar, dengan potensi besar Sumsel tersebut, peran perguruan tinggi seperti Unsri, dan pemerintah Sumsel dapat memberikan kontribusi untuk mengatasi krisis global dan internasional.
“Kita juga akan mengidentifikasi peluang kerjasama dengan Sumsel, karena telah hadir wakil lembaga pertanian pangan dunia, badan PBB pembiayaan pembangunan pertanian dan lainnya,” kata dia.
Setelah seminar, disela perteman Dubes Italia dengan Gubernur Sumsel di Hotel Horison, Kepala Badan Penanaman Modal Sumsel, Ir Permana mengatakan, Negara Italia core bisnisnya adalah pertanian, Dubes Italia mengapresiasi Sumsel yang memiliki komoditi, yang banyak diimpor oleh Italia seperti kulit kayu, coklat, kopi.
“Semua komoditi impor Italia tersebut dimiliki oleh Sumsel, setelah dilakukan seminar internasional di Unsri dan pertemuan dengan Gubernur Sumsel, mudah-mudahan ini bisa ditindaklanjuti ke depan dan membuka peluang investasi Sumsel ke Negara Italia,” katanya.
Lebih lanjut kata Permana, Sumsel belum pernah ada kerjasama dengan Italia, dan sekarang Sumsel memiliki potensi yang diinginkan oleh Italia, salah satunya kopi, Sumsel dapat menonjolkan Kopi Semendo-nya.
“Hanya kemasannya saja yang kita kurang menarik, kalau rasa saya kira tidak kalah seperti capucino, bahkan capucino di Italia itu campuran dari kopi di Sumatera. Tinggal lagi bagaimana kita menjemput bola dari dinas pertanian dan perkebunan, karena ini peluang, dan Dubes Italia dapat membantu menindaklanjutinya,” jelas Permana.
Selain itu, pihaknya juga akan menindaklanjuti kerjasama untuk sektor peternakan, yaitu pengembangan peternakan kerbau rawa, yang akhir Desember akan diaplikasikan di OKI dan OI.
Kadisnak Sumsel, Ir Asrillazi Rasyid mengatakan, kerbau rawa yang dimiliki Sumsel ada di OKI dan Banyuasin, yang jumlahnya 50 -60 ribu ekor, kerbau ini dapat menghasilkan susu untuk diolah menjadi keju. “Kita akan bekerja sama dengan atase di Roma, salah satunya ke bagaimana peningkatan susu kerbau kita, karena kualitasnya tidak berbeda dengan di Italia, Banyuasin dan OKI bisa menjadi percontohan,” katanya.
Sementara Gubernur Sumsel mengatakan, Dubes RI untuk Italia membawa banyak informasi ke Sumsel tentang banyak hal yang dapat dikerjasamakan dengan Italia, salah satunya mengenai ketahanan pangan dan lainnya. “Ada banyak hal tapi masih sangat dini, dan masih banyak yang perlu ditindaklanjuti, salah satu informasinya seperti kerbau rawa dan lainnya,” kata Alex.
Mengenai pengembangan ternak kerbau rawa untuk susu, Alex juga menjelaskan, ke depan akan dikembangkan lagi, karena potensi kerbau rawa ada ribuan, sementara susunya sedikit sekali diproduksi. “Ini suatu ide yang sangat bagus dan pernah dipikirkan, tpai tidak dijalankan, kita sudah lakukan pembicaraan untuk kerjasama,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s