Posted: 05/11/2009 in Home / Beranda

Koordinator Penipuan Kotak Amal, Serahkan Diri
– 1.650 Kotak Amal Akan Ditarik

InformasiPagi, Sumsel

Koordinator indikasi penipuan melalui 1.650 kotak amal, yang bekerjasama dengan Yayasan Mustika dan Panti Asuhan Kasih Ibu, akhirnya menyerahkan diri kemarin Kamis (5/11) di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel.
Penyerahan diri Koordinator berinisial KN, diterima oleh Kepala Dinas Sosial Sumsel, Hj Ratnawati, Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Bapak Drs H Ms Sumarwan MM, PPNS Dinsos Sumsel, Sariaman Malau dan lainnya. KN menyerahkan sekitar 15 kotak amal kaleng dan 8 kotak amal kaca beserta uang di dalamnya.
Saat ditanyai pihak Dinsos Sumsel, KN tampak santai, tidak merasa bersalah atau berdosa, bahkan terlihat tidak terbebani. Ia mengaku telah menggeluti profesi koordinator kotak amal untuk disebarkan ke rumah makan, sejak 2003 lalu. Ia telah bekerjasama dengan Sembilan yayasan/panti asuhan, terakhir Yayasan Mustika. “Aku dak tau kalu nak minta sumbangan itu make izin, dan dak pernah dienjuk tau,” katanya mencoba meyakinkan.
Ia mengaku, setiap kotak amal setiap bulannya menghasilkan Rp100-Rp200 ribu/bulan, dan memberikan kepada pihak yayasan/panti asuhan hanya Rp500 ribu/bulan. “Duit yang dapat dari kotak amal, kami sumbangke masjid-masjid tapi dak dicatet masjid mano be, dan sisonyo untuk duit operasional aku dengan duo pegawai yang naroke kotak amal,” tuturnya.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Bapak Drs H Ms Sumarwan MM mengatakan, berdasarkan hasil verbal sementara Dinsos, untuk sekitar 100 kotak amal yang disebarkan, KN mampu menghasilkan sekitar Rp12 juta/bulan, sementara yang disetorkan ke yayasan atau panti asuhan Rp500 ribu/bulan. “Bayangkan jika ada 1.650 kotak amal, berapa penghasilan yang mereka dapatkan per bulannya,” kata Marwan menyayangkan.
Kepala Dinas Sosial Sumsel, Hj Ratnawati menegaskan, apa yang dilakukan KN adalah pungli karena mengambil uang masyarakat tanpa izin, dan berpotensi besar disalahgunakan. Seharusnya kata Ratna, yang dilakukan KN memiliki tanda bukti seperti pembukuan jumlah pemasukan, pengeluaran dan peruntukan, dan harus memiliki tanda bukti dari penerima baik itu masjid, yayasan atau panti asuhan.
“Kami mengimbau agar masyarakat untuk jeli jika akan menyumbangkan uang ke kotak amal, apakah sudah mendapatkan izin dari Dinsos. Untuk rumah makan juga harus berhati-hati menerima kotak amal, jika tidak memiliki izin jangan diterima,” tegas Ratna.
PPNS Dinsos Sumsel, Sariaman Malau menjelaskan, Dinsos Sumsel akan melakukan pertemuan dengan tim terpadu seperti, Polda Sumsel, Biro Kesra, Dinsos Palembang, BPMD, untuk membahas tindakan atau sanksi apa yang harus diberikan kepada KN juga yayasan/panti asuhan yang bekerjasama dengan KN.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s