Posted: 03/11/2009 in Home / Beranda

2.200 Lamaran di BKD Pemprov Ditolak
InformasiPagi, Sumsel

Sebanyak 4.300 jumlah pelamar di lingkungan pemerintah provinsi, yang masuk ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel, yang menerima nomor peserta hanya sekitar 2.048 orang, sisanya sekitar 2.200 lebih pelamar tidak mengembalikan formulir adan ditolak, karena tidak memenuhi kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan.
Demikian dikatakan oleh Kepala BKD Sumsel, Drs Muzakir di gedung DPRD Sumsel Selasa (3/11). Menurutnya, hingga Senin (2/11) lalu, jumlah pelamar yang diberikan nomor sudah mencapai sekitar 2.048 pelamar, dalam artian para pelamar tersebut sudah sah untuk mengikuti ujian.
“Sekitar 2.200 pelamar siasanya, ada yang tidak mengirim berkas, ada juga yang mengirim berkas tapi ditolak,” kata Muzakir.
Namun sambungnya, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi total jumlah pelamar se Sumsel, yang diterima atau ditolak. Hal tersebut dikarenakan kabupaten/kota tidak pernah melaporkannya ke BKD Provinsi yang dalam hal ini sebagai koordinator.
“Secara keseluruhan 15 kabupaten/kota tidak pernah melaporkannya, karena sejak otonomi, pegawai diserahkan ke kabupaten/kota. Tapi pada tahun ini BKD Provinsi kan sebagai koorinator, sehingga penerimaan dan tes CPNS bersamaan, karena kalau tidak dikoordinir akan ada penumpukan pelamar,” terang dia.
Seharusnya tegas Muzakir, BKD kabupaten/kota terus berkoodinasi dengan BKD Provinsi, salah satunya melaporkan jumlah pelamar yang diterima dan yang ditolak.
“Karena provinsi adalah koordinatornya, tapi sampai sekarang belum pernah melapor. Kabupaten/kota sudah kita imbau, begitu juga saa rapat, agar mereka segera melaporkan berapa jumlah yang mendaftar dan yang tidak,” ujarnya.
Karena menurutnya, jika kabupaten/kota sudah melaporkan ke provinsi, pihaknya dapat merekapitulasi jumlahnya sebagai bahan laporan ke pusat. “Pelaksanaan tetap diadakan tangal 8 dengan empat tahap, hanya ada beberapa kabupaten yang mengemas 4 tahapan menjadi 2 tahapan, seperti tes akademis,” katanya.
Selain itu jelas dia, pada tahun ini baru empat kabupaten/kota yang menggunakan pendaftaran pelamar system online, ia berharap tahun depan daerah lain juga dapat menerima pendaftaran secara online. “Karena kalau online, biaya akan lebih murah, kita juga tidak akan bersentuhan dengan pelamar, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.
Sementara itu, Sekda Pemprov Sumsel, H Musyrif Suwardi menegaskan, agar setiap BKD Kabupaten/kota dalam pelaksanaan penerimaan, dapat mengikuti aturan yang telah ditentukan. “Kita harapkan dan imbau BKD se Sumsel, melaksanakan penerimaan secara transparan, dan mencari serta merekrutmen pegawai sesuai kompetensi, agar mendapatkan SDM yang berkualitas,” pinta Sekda.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s