Posted: 02/11/2009 in Home / Beranda

Dinsos Ungkap Penipuan Kotak Amal
InformasiPAgi, Sumsel

Tim terpadu Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, Polda Sumsel, Biro Kesra, Dinsos Palembang, BPMD, mengungkap penipuan modus kotak amal di rumah makan di Palembang dan luar Palembang, memanfaatkan nama yayasan dan panti asuhan. Disebutkan penghasilan yang diketahui sementara mencapai Rp12 juta/bulan.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Sumsel, Hj Ratnawati melalui Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Bapak Drs H Ms Sumarwan MM di ruang kerjanya Jumat (30/10). Ia mengatakan, dilakukannya penyelidikan karena menyikapi kondisi terkini, maraknya pengumpulan uang oleh kelompok orang yang memanfaatkan organisasi sosial, yayasan dan panti asuhan.
“Berdasarkan undang-undang no 9 tahun 1961, barang siapa perorangan/kelompok yang meminta sumbangan berupa uang harus mendapat izin Gubernur (Dinsos) atau kepala daerah setempat, kalau nasional seizin menteri,” kata Marwan.
Dijelaskan, pihaknya mendapati satu panti asuhan Kasih Ibu, dan Yayasan Mustika yang dimanfaatkan oleh koodinator untuk menyebarkan ratusan kotak amal di Palembang dan sekitarnya, bahkan hingga Jambi dan Lampung. “Untuk Panti Asuhan Kasih Ibu ini sejak 2006 tidak mendapatkan izin lagi dari kita, karena sering ketahuan melakukan hal seperti ini,” kata dia.
Menurut Marwan, di Palembang saja baru terungkap tak kurang 100 rumah makan yang disebar kotak amal berlabel Panti Asuhan Kasih Ibu, dengan penghasilan per bulan total sekitar Rp12 juta. “Dari data salah satu pemilik warung yang dititipkan kotak amal, pihak koordinator memberikan daftar 100 lebih rumah makan yang dititipkan kotak amal di Palembang, sekitar 60 rumah makan berada di Jalan Srijaya Bukit Besar, jumlah tersebut belum ditambah dari luar kota,” katanya.
PPNS Dinsos Sumsel, Sariaman Malau menambahkan, berdasarkan konfirmasinya dengan pihak Panti Asuhan Kasih Ibu sendiri, mereka mengaku baru disetor Rp500 ribu/bulan dari koorinator tersebut. Untuk itulah, pihaknya dalam waktu dekat akan menindak lanjuti hasil penyelidikan yang telah dilakukan selama seminggu terakhir, pihaknya pun telah mengantongi nama koordinator tersebut, dan jika terbukti penipuan akan ditindak pidana.
“Kita imbau agar rumah makan tidak menerima kotak amal yang tidak memiliki izin dari Dinas Sosial, jika mengaku memiliki izin dicek dulu keberanannya,” pintanya.
Bagi panti asuhan dan yayasan, pihaknya juga mengimbau agar jangan tertipu koordinator yang berniat membantu mencarikan bantuan dengan menyebarkan kotak amal, karena Dinsos sendiri telah memberikan bantuan dana untuk makan para anggota panti.
“Sebenarnya yang memiliki panti itu harusnya orang yang mampu, sehingga tidak mencari lagi mencari uang, bukannya baru mau mencari uang dari panti asuhan,” tegasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s