Posted: 02/11/2009 in Home / Beranda

40 Tas JCH Kloter 7 Bermasalah
InformasiPAgi, Sumsel

Sebanyak 40 tas berukuran besar milik jemaah calon haji (JCH) kloter 7, terpaksa dipisahkan dari tas-tas JCH lainnya, pasalnya di dalam 40 tas JCH tersebut berisikan barang-barang yang tidak diperkenankan dibawa, dengan kondisi tas terkunci, sehingga menyulitkan petugas untuk membuka.
Hingga kemarin Sabtu (31/10), sudah tujuh kloter yang masuk ke asrama haji Palembang, pada pukul 13.00 sebanyak 320 JCH Kloter 6 KBIH Ar rahma Palembang, dilepas oleh Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel, H Toni Panggarbesi didampingi Kakanwil Depag Sumsel, Drs H Najib Haitami MM, dan JCH kloter akan take off dari Bandara SMB II pada pukul 15.45.
Sementara pada pukul 16.00 JCH kloter 7 masuk asrama haji, yang terdiri dari JCH asal Palembang KBIH Ar Rahmah 113 JCH, KBIH Zam-zam 7 JCH, KBIH Siti Khodijah 73 JCH dan JCH asal Ogan Ilir sebanyak 125 orang, yang direncankan berangkat pada 1 November pukul 16.00.
Pada sambutannya saat melepas JCH Kloter 6, Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel, H Toni Panggarbesi menekankan, agar JCH menjaga kekompakan antar JCH di tanah suci, juga tetap saling berkoordinasi dengan petugas kloter sebagai pendamping, jika masih ada persoalan atau hal yang kurang dipahami untuk dicarikan solusi.
“Jaga nama baik Indonesia, Sumsel dan Palembang, karena jemaah akan berkumpul dengan penduduk Islam se dunia, yang memiliki pola ibadah yang berbeda-beda. Kita harus tetap bertoleransi tinggi dan konsentrasi beribadah, yang terpenting lainnya adalah untuk menjaga kesehatan serta barang bawaan terutama paspor jangan sampai tercecer,” kata dia.
Sementara itu, usai melepas JCH Kakanwil Depag Sumsel, Drs H Najib Haitami MM mengatakan, secara umum pihaknya tidak menemukan kendala yang berarti, yang menghambat keberangkatan JCH, hanya saja ada beberapa yang perlu dievaluasi ke depan antara lain masalah pengantar yang sering masuk asrama haji, juga masalah listrik. “Tapi Alhamdulillah semua bisa diatasi,” terang dia.
Najib juga menekankan, agar JCH tidak membawa barang bawaan yang dilarang, dan di cek terlebih dahulu sebelum dibawa ke asrama haji. “Karena percuma saja, ketika tetap dibawa, maka akan disita petugas, masalah listrik juga sepertinya sudah tidak padam lagi,” tegasnya.
Sedangkan, Kasubbag Penerangan, Humas dan Protokol Embarkasi Haji Palembang, Saefudin Latief SAg, mengungkapkan, petugas x-ray yang yang men-scanning tas-tas para JCH, terpaksa menyingkirkan sebanyak 40 tas JCH, karena terdeteksi ada barang yang tidak boleh dibawa, sementara tas tersebut dikunci JCH.
“Di Kloter 7, kita temukan 40 tas berukuran besar yang bermasalah, isinya kebanyakan beras yang dikemas dalam paket salah satunya menggunakan dirijen, ketika melewati mesin x-ray mengeluarkan pancaran kedip-kedip, ketika akan dibuka terkunci, sehingga terpaksa disingkirkan dan JCH diminta untuk membukanya,” jelas alumni IAIN Raden Fatah ini.
Selain banyak yang membawa beras, pihaknya juga masih menemukan jemaah yang membawa batere, air mineral dan barang terlarang lainnya, namun dapat segera dicegah.
“Kita berharap keluarga pengantar juga tidak memasuki areal asrama haji sesuai aturan, mohon kesadarannya, sehingga cita-cita dan keinginan pak Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin untuk menjadikan embarkasi Palembang terbaik di Indonesia terwujud, jadi, hal-hal kecil harus kita perhatikan,” pintanya.
Ia menerangkan, JCH termuda kloter 7 bernama Diah Charnita Sari binti Syamsudin berusia 18 tahun, warga Komplek Pondok Permata IT II Palembang, tertua Suhaini Markim berusia 82 tahun warga 20 Ilir Kecamatan IT I Palembang.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s