Mobil Plat Merah Lolos Masuk Asrama Haji

Posted: 31/10/2009 in Home / Beranda
Tags: ,

InformasiPagi, Sumsel

Meski telah ada peraturan pengantar jemaah calon haji (JCH), tidak boleh masuk ke asrama haji, namun masih ditemukan keluarga yang bisa berinteraksi dengan JCH di malam hari, yang diantaranya menggunakan mobil dinas/BG merah.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Depag Sumsel, Drs H Najib Haitami, di ruang kerjanya Jumat (30/10). Ia mengaku, mendapatkan laporan dari Auditor Depag Pusat, yaitu Irjen Depag, ditemukan keluarga JCH yang bisa menemui dan berinteraksi dengan JCH di dalam asrama haji.
“Malam kemaren (Kamis malam-red), saya mendapatkan laporan dari Irjen Auditor Depag, yang sedang memantau di asrama haji, dilihatnya ada tiga orang keluarga jamaah yang bisa menemui jemaah,” ungkapnya.
Menurut Najib, keluarga jemaah tersebut menggunakan mobil dinas atau mobil berplat BG merah, sehingga bisa lolos, padahal asrama haji harus steril, dan para keluarga jemaah tidak boleh lagi bertemu dengan jemaah.
“Panitia kita kecolongan, kenapa bisa masuk seperti itu, padahal itu steril dan tidak boleh masuk kecuali panitia dan wartawan. Pokoknya siapapun meski memakai BG merah/mobil dinas, mau ketemu dengan jemaah tidak dibolehkan. Saya akan lacak siapa yang mengizinkan masuk ini,” kata Najib.
Ia menjelaskan, mobil dinas yang boleh masuk hanya yang memiliki stiker panitia haji, dan pengendara serta orang yang di dalamnya harus memiliki tanda pengenal atau Id Card. “Jadi, saya perintahkan lagi agar bagian keamanan, jangan sampai lolos lagi, kalau kita mau menegakkan aturan tidak boleh memandang siapapun, keamanan asrama sekarang akan kita perketat lagi,” tegasnya.
Bagi keluarga JCH ia juga mengimbau, agar cukup mengantar JCH di pintu gerbang saja, karena kalau sudah masuk ke dalam lingkungan asrama, itu sudah menjadi tanggung jawab panitia jika terjadi sesuatu. Ia juga mengkhawatirkan, keluarga jemaah akan memberikan makanan yang tidak steril, yang akan membuat penyakit dan hal negative lainnya.
“Kalau jemaah sakit sebelum berangkat maka akan tertunda, seperti terkena diare. Jadi, bicaralah sebelum berangkat ke asrama haji, karena tak perlu sering ketemu yang penting doa agar bisa ibadah sempurna, dan berangkat dan pulang dengan selamat serta mendapat haji mabrur,” terang dia.
Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf menegaskan, kejadian ini adalah potret pejabat yang ingin dihargai secara berlebihan. “Saya selalu mengajarkan kepada para pejabat, agar menempatkan diri apa adanya, jangan mentang-mentang plat merah boleh masuk,” katanya.
Wagub meminta kejadian ini dapat dievaluasi, agar tidak terjadi lagi. “Saya akan koordinasikan kepada Kakanwil Depag agar jangan sampai terjadi lagi, kalau peraturannya tidak boleh harus tidak boleh,” tegasnya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s