Posted: 23/10/2009 in Home / Beranda

110 Petugas Disebar Ke Sumsel Antisipasi H1N1


InformasiPagi, Sumsel

Sebanyak 110 petugas terdiri dari dokter hewan dan petugas Dinas Peternakan, disebar ke seluruh Sumsel untuk mengantisipasi penyebaran dan penanganan H1N1 (flu babi) dan flu burung (H5N1). Selain itu, Komnas Flu Burung Pusat mengkhawatirkan adanya koalisi H1N1 dan H5N1, yang dapat menjadi virus yang mematikan.
Demikian terungkap pada acara pembukaan workshop afian influenza (Flu Burung) dan H1N1 di Sumsel, untuk mencegah serta kesiapsiagaan menghadapi pandemic avian influenza di Hotel Horison Kamis (22/10).
Kepala Dinas Peternakan Sumsel, Ir Asrillazi Rasyid mengatakan, saat ini Sumsel masih aman dari penyebaran dua virus influenza ini, sehingga belum ditemukan kasus H1N1 dan H5N1 di Sumsel, hanya sempat terindikasi ditemukan di Musi Rawas ayam yang mati mendadak secara serentak.
“Memang ada kendala beberapa waktu lalu di beberapa kabupaten, tapi semua hasilnya negatif, hanya ada satu di Mura yang terindikasi positif, namun itu masih diselidiki dan masih diperiksa sampelnya di laboratorium di Lampung, mungkin minggu depan sudah ada hasil, apakah positif atau negatif,” katanya.
Namun dijelaskannya, besar kemungkinan temuan di Mura tersebut bukanlah flu babi, karena ada kesamaan antara gejala flu babi dengan penyakit ND atau tetelo, yang menyerang unggas khususnya ayam yang mengakibatkan kematian secara mendadak.
“ND ini adalah penyakit yang biasa ditemukan pada ayam, tapi sejauh ini, indikasi penyebaran virus ini di manusia belum ada,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus influenza ini, pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan dan antisipasi, seperti melakukan beberapa kali workshop bagi dokter dan petugas lainnya, bahkan menyebarkan 110 orang petugas di seluruh kabupaten/kota di Sumsel, yang setiap kabupaten kota terdiri dari tiga petugas dari tenaga dokter hewan dan pihak Dinas Peternakan.
Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat, Aidit Aziz menambahkan, workshop kemarin guna mengantisipasi dan kesiagaan terhadap Pandemi (penyebaran penyakit antar negara) influenza dan H1N1.
“Kita harap sektor peternakan dapat berbicara banyak mengenai Pandemi ini, kita harapkan bisa menangkal wabah ini, karena jika mewabah di Sumsel akan mempengaruhi sektor perekonomian, sektor perdagangan juga sektor pariwisata,” kata Aidit.
Koordinator Komnas Flu Burung dan Pandemi Influenza, Drh Zulkarnain Hasan mengatakan, data terakhir tercatat ada 1.097 kasus H1N1 di Indonesia, mayoritas terbanyak di kawasan Jabotabek, dari jumlah kasus tersebut ada 10 kasus yang tidak tertolong.
“Di Indonesia ada 25 provinsi yang telah terindikasi masuknya H1N1, untuk flu burung (AI), hanya 156 kasus di Indonesia yang terbanyak di Jabotabek, dan 139 penderitanya meninggal dunia. Kalau untuk di Sumsel kita dapatkan informasi ditemukan 1 kasus suspect di Mura,” jelasnya.
Pihaknya sambung Zulkarnain, pihaknya sangat khawatir ada koalisi atau bergabungnya dua virus H1N1 dan H5N1, yang dapat menjadi virus yang mematikan, karena disebutkannya, dari tingkat keganasan penyakit, virus flu burung lebih ganas dari H1N1 atau flu babi.
Sehingga daerah yang memiliki banyak unggas dan peternakan unggas, sangat berpotensi menyebarkan atau ditemukannya virus flu burung. Untuk itulah semua lapisan masyarakat diharapkan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s