Hingga Oktober, Kasus Kekerasan Anak Meningkat

Posted: 20/10/2009 in Home / Beranda

InformasiPagi, Sumsel

Kasus kekerasan anak yang didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumsel, hingga Oktober meningkat jika dibandingkan Oktober tahun lalu, yaitu mencapai 25 kasus.
Demikian diungkapkan oleh Ketua KPAID Sumsel, Hj Siti Romlah MM, disela rehat break acara seminar sehari tentang advokasi hukum di Graha Bina Praja Sumsel Selasa (20/10). Sebanyak 25 kasus kekerasan tersebut, terdiri dari kasus pemerkosaan, kekerasan terhadap anak, perebutan hak asuh anak, penganiayaan.
“Mayoritas kasus adalah kasus pemerkosaan dan pelecehan yang dilakukan oleh orang terdekat, seperti orang tua, paman dan orang terdekat lainnya,” ungkap Siti.
Hal ini terjadi sambung Siti, karena lingkungan yang tidak representatif, seperti dicontohkannya satu kasus yang didampingi KPAID di Kertapati, satu keluarga tidur bersama ditempat terbuka.
“Sehingga kasus pemerkosaan ini banyak terjadi di kalangan ekonomi menengah ke bawah, kalau kasus perebutan hak asuh anak, banyak terjadi di lingkungan ekonomi menengah ke atas seperti anak pejabat,” katanya.
Siti mengutarakan, keperpihakan pengambil keputusan terhadap anak termarjinalkan masih perlu ditingkatkan, karena selama ini jika ada anak dari kalangan tidak mampu mendapat kasus tidak ada yang menolong, sementara jika anak orang mampu kasusnya akan mengendap dan tidak berlanjut.
“Seperti kasus pemerkosaan di Muba ada anak SMA memperkosa anak SD, orang tua meminta Kapolsek menindak lanjuti, karena tidak ditindak lanjuti kami kirim surat, nah jangan sampai kejadian di daerah ini tidak berulang-ulang, kita ingin pengambil keputusan ini bersatu, untuk membantu anak-anak termarjinalkan,” katanya.
Pada seminar yang diikuti berbagai instansi terkait seperti masyarakat, kepolisian, hakim, pengacara, LSM dan lainnya kemarin, pihaknya juga menyosialisasikan UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang harus dipegang, karena segala bentuk kekerasan terhadap anak telah diatur dan ada hukuman.
“Kita menginginkan ada satu kesepakatan agar semua pihak faham UU tentang perlindungan anak, sehingga kekerasan terhadap anak semakin hari semakin berkurang,” katanya.agustian pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s