Posted: 19/10/2009 in Home / Beranda

Kasus Narkoba di Sumsel Meningkat 20 persen
(Narchotica Case in South Sumatera Indonesia)

Kasus narkoba di Sumsel setiap tahun mengalami peningkatan, berdasarkan data Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumsel, setiap tahun terjadi peningkatan jumlah kasus narkoba di Sumsel yaitu sekitar 15-20 persen.
Demikian diungkapkan oleh Ketua BNP Sumsel, Chozali Hanan, disela acara rakor akselerasi pembentukan BNP Sumsel dan Badan Narkotika Kabupaten/Kota (BNK) se Sumsel 19-20 Oktober, bertema menuju Indonesia bebas narkoba 2015, di Hotel Horison Senin (19/10).
Menurut Chozali, berdasarkan data yang dihimpun pihak nya, setiap tahun jumlah kasus narkoba di Sumsel 15-20 persen per tahun. “Pada 2006 terdata sekitar 427 kasus, pada 2007 meningkat menjadi 587 kasus, dan pada 2008 menjadi sekitar 622 kasus, jadi semakin tahun terjadi peningkatan sekitar 15-20 persen,” katanya.
Data jumlah kasus tersebut belum termasuk data hingga Oktober 2009, namun dari jumlah tersebut mayoritas kasus adalah dari kalangan usia 15-29 tahun, khususnya para remaja. Untuk itulah, guna mengantisipasi peningkatan jumlah tersebut, lanjut Chozali, langkah pertama pihaknya dengan mengadakan rakor pembentukan BNK se Sumsel.
“Ini rakor pertama BNP Sumsel, utamanya ingin bentuk BNK yang diamanatkan perpres no 83 tahun 2007. Dari 15 kabupaten/kota baru terbentuk dua BNK, pertama Palembang dan OKUT, yang 12 sisanya belum ada BNK,” jelasnya.
Dijelaskan Chozali, jika semua BNK se Sumsel sudah terbentuk, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait terutama pihak kepolisian, untuk lebih menggalakkan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan gelap narkoba. “Kita harus mengejar dan mengupayakan sumsel bebas narkoba pada 2015 nanti,” harapnya.
Mengenai pendanaan BNP sambung Chozali, masih termasuk dalam dana pos bantuan Pemprov Sumsel, namun tidak menutup kemungkinan ke depan BNP akan mendanai sendiri program-programnya.
“Saat ini, seluruh dana kegiatan dari pos bantuan Pemprov Sumsel, yang pada 2009 ini sekitar Rp2,5 miliar untuk seluruh Sumsel. Dana tersebut digunakan untuk beberapa program, seperti untuk sekretariat, startegi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan juga untuk kerjasama antar lembaga. Mudah-mudahan nanti kita akan memiliki dana sendiri,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf mengatakan, seluruh daerah di Indonesia juga tidak lepas dari kasus narkoba.
“Narkoba sudah meranmbat ke kabupaten/kota dan daerah lainnya, tugas BNP adalah untuk mengurangi peredaran dan perluasannya sedikit demi sedikit. BNP hanya mencegah di daerah atau masyarakat yang belum tersentuh, ataupun hanya mengurangi kasus, itulah tugasnya di luar tugas kepolisian,” ujar Wagub.
Permasalahan narkoba ini tegas Wagun, harus ditangani secara kompleksitas dan tidak separuh-separuh, karena sudah banyak menambah korban seluruh lapisan, mulai dari anak-anak jalanan hingga orang kaya.
“Kita harus mencegah sejak dini, semua lapisaan masyarakat harus terlibat, mulai dari guru, pemerintah, kepolisian, tokoh agama dan lainnya. Para orang tua juga jangan memberikan uang saku berlebihan. Untuk sekolah diimbau melakukan razia seminggu sekali seperti dulu,” pinta Wagub.agustian pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s