Gubernur Alex, Kirim Bantuan Untuk Korban Merapi

Posted: 11/11/2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , , , , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, mengirimkan bantuan tenaga kesehatan, relawan, logistik untuk korban bencana letusan Gunung Merapi di Jogjakarta. Total bantuan mencapai sekitar Rp700 juta.
Pelepasan Tim Terpadu Kesehatan dan Bantuan Gubernur Sumsel atas musibah bencana alam Gunung Merapi Yogyakarta tersebut, dilakukan di Halaman Kantor Gubernur, Rabu (10/11). Acara dihadiri anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumsel, Perhimpunan Tionghoa, unsur muspida, Dinas Sosial Sumsel, Tagana, Dinas Kesehatan, Badan Diklat Provinsi Sumsel dan lainnya.
Disela acara, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari Gubernur ke ketua tim rombongan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, diserahkan juga bantuan secara simbolis kepada Gubernur dari perkumpulan masyarakat dan pengusaha tionghoa Yusuf Masawan yang diteruskan kepada BPBD. Disela kegiatan juga dilakukan demonstrasi dua mobil amphibi PMI Sumsel hibah dari PMI Pusat di Halaman Kantor Gubernur.
Dalam laporannya, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto SH mengatakan, untuk bencana di Mentawai pihaknya telah memberangkatkan empat truk terdiri dari perlengkapan, peralatan, sandang dan obat-obatan, serta tim kesehatan dan SAR ke Mentawai yang dilepas Gubernur beberapa waktu lalu. “Dan pagi ini (kemarin-red) Gubernur melepas kiriman bantuan untuk korban merapi,” katanya.
Noto menjelaskan, tugas kemanusiaan yang dijalankan, bagian dari amanat UU 24 tahun 1996 tentang bencana alam, untuk bantuan Gubernur Sumsel dan masyarakat Sumsel ke Jogjakarta yang akan disampaikan terdiri dari empat truk bantuan terdiri dari satu truk obat-obatan, peralatan kesehatan termasuk masker, beras 10 ton (sumbangan dari Bank Pembangunan Daerah, selimut, tikar, terpal dari Dinsos, lalu 1.000 lembar selimut dan tenaga ahli bidang bencana dari Ketua PMI Sumsel, Hj Eliza Alex.
Lalu, perhimpunan masyarakat tionghoa Palembang juga menyerahkan bantuan satu truk terdiri dari mie, tikar, selimut, handuk , sarung, 20 karung pakaian, air mineral, 20 dus besar pembalut wanita. Ada juga Uang tunai Rp5 juta dari Spamen Diklat Provinsi Sumsel. “BPBD Sumsel akan membuka klinik khusus pelayanan kesehatan di lokasi bencana di Jogjakarta, kami tiba di sana pada Jumat pagi, dan akan diterima resmi Pemerintah DIY di lokasi bencana. Jika dijumlahkan dengan angka, bantuan dari Sumsel untuk Jogjakarta ini mencapai sekitar Rp700 juta,” jelas dia.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyampaikan kebanggaannya, kepada para relawan dan rombongan pemberi bantuan ke Jogjakarta, namun ia berpesan agar para rombongan dari Sumsel harus fokus terhadap tugas khususnya memerhatikan para pengungsi, karena jumlah pengungsi sekarang sudah mencapai 327 ribu orang, bahkan jumlah pengungsi bisa menjadi sampai tiga juta orang.
“Jumlah pengungsi tidak terperdiksi, untuk itulah yang terbanyak harus dilakukan saudara sekalian adalah pengungsi, yang sudah mulai kekurangan logistik dan tentunya masalah kesehatannya. Tim kesehatan silahkan ke sana, bantu saudara kita, saya bangga dan ucapkan terima kasih atas sukarela dan keikhlasan saudara sekalian. Karena di sana masih berbahaya, jadi jangan masuk terlalu jauh, karena di sana sudah ada tim terlatih , yang penting kita urusi pengungsi saja,” pintanya lagi.
Gubernur juga berpesan kepada rombongan, agar menjaga dan mengutamakan kesehatan masing-masing, karena jika para relawan khususnya tim kesehatan jatuh sakit maka tidak akan dapat membantu orang lain. “Untuk bencana wasior sendiri Pemprov Sumsel akan membantu dari segi dana tunai, karena itu lebih efisien daripada mengirimkan bantuan atau tenaga, karena akan memakan biaya yang tidak sebanding dengan bantuan yang diberikan,” kata dia.
Lebih lanjut kata Gubernur, Pemprov Sumsel memang tidak mengirimkan bantuan dan tenaga skala penuh ke Jogjakarta, sebagian besar harus tinggal di Sumsel, karena status Gunung Dempo di Sumsel sendiri sudah kategori siaga. “Jadi kita harus siaga menghadapinya, tapi mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, kalaupun terjadi di Sumsel kita sudah siap untuk itu,” kata Alex.
Terhadap bencana yang melanda Indonesia, Alex mengajak untuk menarik pelajaran dari bencana yang menimpa, mulai dari banjir bandang di Wasior, gempa bumi dilanjutkan tsunami di Mentawai, letusan Gunung Merapi di Jogja, lalu bencana gempa skala 5,6 richter di Tasikmalaya dan Jogja. “Belajar dari pengalaman tersebut, yang pertama harus dilakukan adalah kita siaga untuk hadapi bencana, dan untuk bisa siaga harus terlatih, agar terlatih itu harus latihan. Dengan adanya dua mobil amphibi dari PMI Pusat, akan disiagakan di Sumsel, kalau diperlukan kita akan kirim ke Jogja,” tutupnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Zulkarnain Noerdin, mengatakan, pihaknya mengirimkan 16 orang terdiri dari supir, supir pengganti, paramedis, dokter dan apoteker termasuk obat-obatan. “Kita harap tenaga dari Dinkes dapat membantu para korban bencana Gunung Merapi, pergi dengan selamat dan kembali dengan selamat pula,” harapnya.agustian pratama

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s