Klaim Berobat Gratis RSMP Dibayar

Posted: 23/03/2010 in Uncategorized
Tags: , , ,

InformasiPagi, Sumsel

Pemprov Sumsel melakukan pemanggilan terhadap pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP), setelah mengeluarkan pernyataan akan menghentikan program berobat gratis di RSMP karena klaim yang dibayar terlambat. Dari klaim Rp4,5 Miliar, Pemprov membayar klaim Rp2,3 Miliar, sisanya belum dibayar karena dalam tahap verifikasi.
Usai melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, KH Nofrizal Nawawi Lc, di kantor Gubernur Sumsel Senin (22/3) mengatakan, sejatinya RSMP mendukung program berobat gratis Pemprov Sumsel, mengenai pemberitaan mengenai per 1 April RSMP tidak melayani peserta berobat gratis, hanyalah kesalahfahaman wartawan sebuah media lokal menerjemahkan hasil wawancara saja.
“Misi Muhammadiyah dari awal adalah untuk menolong kesengsaraan umat, baik melalui panti asuhan dan rumah sakit, dan di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel sudah menetapkan RSMP pelayanan utamanya untuk fakir miskin, dan sudah dilaksanakan dengan baik oleh direktur RSMP,” kata Nofrizal.
Namun ia mengakui, ada kendala program berobat gratis diperjalanan yaitu terlambatnya klaim pencairan dana Jamsoskes Sumsel Semesta yang tidak dapat dihindarkan, tapi keterlambatan tersebut sudah diklarifikasi. “Tidak ada keinginan Muhammadiyah untuk menghentikan program jamsoskes ini, hanya saja kalau sekiranya kondisi klaim agak terlambat, di Bulan April nanti Muhammadiyah mungkin akan tidak mampu bertahan,” katanya.
Dijelaskannya, kini klaim RSMP yang menunggak sudah dibayarkan Rp2,3 miliar dari Rp 4,5 miliar, klaim yang belum dibayarkan masih dalam tahap verifikasi. Sehingga ia memastikan, para pegawai RSMP akan tetap gajian, karena banyak pegawai RSMP belum menerima insentifnya dengan keterlambatan pembayaran klaim dan begitu juga berpengaruh dengan pembelian obat-obatan.
Sementara itu, didapatkan informasi, dalam rapat tertutup kemarin, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin cukup berang dengan kejadian tersebut. Menurut Alex, keterlambatan pembayaran klaim bukan salah Pemprov Sumsel, melainkan RSMP sendiri yang terlambat RSMP dalam mengajukan klaimnya, dan ada 15-20 persen tidak layak dibayar disebabkan berkas RSMP yang tidak ada dan tidak lengkap. “Jadi dari berita kronologis, tidak ada maksud dari Dinas Kesehatan dan Pemprov Sumsel untuk tidak membayar klaim RSMP,” katanya.
Gubernur meminta jika ada kendala atau permasalahan, RSMP segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumsel, dan tidak melalui media agar tidak terjadi polemik. “Program ini unggulan kita, dan rumah sakit tidak dirugikan, justru rumah sakit mendapatkan pasien dan dibayar Pemprov Sumsel,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Alex, pihaknya tidak memaksa jika memang RSMP tidak akan melayani pasien berobat gratis, namun Pemprov Sumsel akan melaporkannya ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah.agustian pratama

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s